Ruang Ibadah GPIB 'PETRA' Bogor dikala siang
Ruang Ibadah GPIB 'PETRA' Bogor dikala malam
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Pengurus PELKAT
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peneguhan Majelis Jemaat 2017-2022
Peresmian Gedung Gedung Ibadah Baru
Gereja Petra Bogor pra 1980



    Jemaat ini adalah bagian mutlak dari Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) secara keseluruhan yang diberi nama "PETRA" Bogor, yang didewasakan dan dilembagakan sejak tanggal 13 Desember 1981 berdasarkan Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB Nomor : 975/81/M.S.XII/Kpts, tanggal 8 Desember 1981, dan menjadi jemaat ke-143 GPIB yang kehadirannya tampak dalam kehidupan persekutuan, pelayanan dan kesaksian secara tertib dan teratur.






SAMBUTAN MAJELIS SINODE GPIB
DALAM BULAN PELKES GPIB TAHUN 2018

 

Salam sejahtera dalam kasih KRISTUS,

     Puji syukur kepada Tuhan Yesus kepala Gereja yang telah mempercayakan pelayanan dan kesaksian bagi umat-Nya. Maksud baik ini tidak dilewatkan oleh kita sebagai umat Tuhan, khususnya semua warga jemaat di lingkup pelayanan GPIB. Kehadiran kita menyatakan karya pelayanan dan kesaksian melalui program bersama di tahun 2018 pada bulan Juni. Umumnya bulan juni sangat ditunggu oleh semua warga jemaat yang mau berkarya bersama dengan sebutan "Bulan Pelayanan dan Kesaksian GPIB". Hal ini terjadi dengan semangat hakekat gereja yang senantiasa "Mengabarkan Injil / Kabar baik kepada segala bangsa (Mat. 28:18-20) dan segala mahluk (Mrk. 16:15) ditengah keberagaman (pluralitas) yang ada dalam masyarakat Indonesia namun tetap satu (Bhinneka Tunggal Ika)". Tugas pelayanan dan kesaksian ini haruslah kita laksanakan dalam semangat persekutuan dan untuk menciptakan persekutuan.

     Hal ini mengandung arti pula bahwa tugas pelayanan dan kesaksian bukanlah hanya menjadi tanggungjawab satu bagian (unit misioner) saja, tetapi menjadi tanggungjawab bagi semua unit misioner dan warga gereja GPIB. Pelayanan dan kesaksian juga harus selalu ada dalam lingkup kerja keesaan tersebut. GPIB adalah gereja misioner yang melaksanakan amanat Tuhan Yesus Kristus melalui visi dan misinya dalam rangka menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah di bumi, sesuai dengan Tema Tahunan GPIB "Membangun Spiritualitas damai yang menciptakan pendamai (Yak. 3:13-18)".

     Bidang II (Pelayanan dan Kesaksian), mengejawantahkan tanggungjawab pelayanan dan kesaksian dalam semangat persekutuan yang mendatangkan damai sejahtera, memprioritaskan program kerjanya bagi kemandirian pos-pos pelkes GPIB, yang saat ini berjumlah 318 pos pelkes. Kemandirian pos pelkes yang mencakup aspek teologi, daya dan dana, haruslaha dilakukan secara serentak. Dengan kemandirian tersebut diharapkan semua bagian jemaat pelkes itu dapat hidup sebagai jemaat GPIB berwilayah dan bertantangan pelkes yang mandiri. Ciri pelkesnya tidak hilang atau terhenti pada saat pelembagaannya. Jemaat menyadari pentingnya pelayanan dan kesaksian, dimana bila pelayanan dan kesaksian berjalan dengan baik maka itu akan membawa dampak positif untuk membangun bangsa dan negara, sehingga GPIB dapat hadir memberi kontribusi yang relevan ean signifikan bagi umat manusia dan lingkungan sekitarnya. Hal ini hanya mungkin terlaksana jika gereja bersedia meneladani Yesus yang rela memperjuangkan keberpihakan Allah bagi kaum marginal, dan bukan hanya memikirkan kepentingan dan kenyamanan diri sendiri.

     Dengan pola pemikiran tersebut di atas itu pula, maka Bidang II (Pelayanan dan Kesaksian) GPIB memformulasikannya dalam kalimat utama ('tagline") untuk Bulan PELKES GPIB tahun 2018 sebagai berikut: "TEAM" (TOGETHER EVERYONE ACHEVED MORE) yang dapat diartikan dan menjadi pesan utama Bulan PELKES GPIB 2018: "Bersama sebagai 'tubuh KRISTUS' kita dapat mempercepat pemandirian pos-pos PELKES GPIB". Transformasi/perubahan ini adalah sebagai bentuk peningkatan peran serta dan kepedulian warga jemaat / gereja yang dalam dua tahun terakhir sudah menjadi "SAHABAT PELKES", saatnya kini para SHABAT-SAHABAT PELKES tersebut bersatu untuk secara bersama dalam kesatuan tubuh KRISTUS (=menjadi satu TEAM) guna mempercepat pemandirian pos-pos PELKES GPIB yang ada. Semangat persatuan/persekutuan ini diyakini dapat memberikan dampak serta semangat yang sangat besar bagi pos-pos PELKES tersebut untuk juga secara "cepat" menjadi mandiri sehinggga pada saatnya nanti turut pula menjadi "TEAM" pemercepatan pemandirian pos PELKES GPIB.

     Untuk itu dalam Bulan PELKES GPIB tahun 2018 ini kami mengajak seluruh jemaat GPIB, untuk bersama-sama sebagai satu "TEAM" dalam kesatuan tubuh Kristus, kita melaksanakan serangkaian kegiatan pelayanan dan kesaksian kita yang berupa serangkaian kegiatan peribadahan Bulan Pelkes GPIB, Safari Pelkes GPIB dan Kesaksian peran GPIB dalam pengentasan kemiskinan di tengah masyarakat, agar spiritualitas damai yang diajarkan oleh Sang Kepala Gereja yang adalah sumber damai sejahtera, dapatkita terapkan dalam karya, pelayanan dan kesaksian kita sebagai warga GPIB yang menjadi pembawa damai sejahtera baik di tengah keluarga, jemaat, dan masyarakat.

     Selamat ber-Pelkes, jangkaulah jemaat Tuhan dengan penuh kasih, dengan mengingat "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kolose 3:23).

     Dengan demikian, semua pelayanan tidak akan menjadi beban, tetapi akan menjadi berkat bagi kemuliaan Tuhan.



Soli Deo Gloria

MAJELIS SINODE GPIB
Pdt. Mathen Leiwakabessy, S.Th. (Ketua I)
Pdt. Elly D. Pitoy - de Bell, S.Th. (Sekretaris I)

Pengurus Unit Misioner Bidang Pelayanan dan Kesaksian GPIB

Pdt. K. Fonny Barahama - Pattipeilohy, S.Th. (Ketua Dept. Pelkes)
Prof. G. A. Wattimena (Ketua Pokja UP2M)
Dr. Arie Sutopo (Ketua Crisis Centre)
Pdt. Daniel Lumentut, S.Th. (Ketua Pokja PMKI)




 

KARYA BAGI BANGSA

 

     Beberapa pekan terakhir ini ibu pertiwi berduka atas banyak peristiwa. Bom mengguncang beberapa tempat di tanah air, nilai tukar rupiah dengan mata uang asing cukup mengkhawatirkan, letupan gunung Merapi mengancam kenyamanan dan keselamatan, dsb. Meski demikian dalam perayaan hari lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2018 yang lalu mengingatkan kita bahwa kita harus menegakkan pandangan dan melangkah tegap ke depan untuk kebaikan bangsa ini. Terlebih sebagai orang Kristen kita belajar diperlengkapi dengan bacaan alkitab hari ini :

“Lukas 4: 18-19 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

     Kata “miskin” dalam kalimat di atas memakai kata Yunani 'ptokos' (poor in spirit), artinya orang yang sungguh merasa tidak memiliki apa-apa di dalam Tuhan. Orang yang sadar ia sungguh membutuhkan Tuhan. Sejatinya seberapapun yang ia miliki di dunia, ia tetap merasa tidak memiliki apa-apa dan harus selalu mengandalkan-Nya. Kepada merekalah Yesus hadir di dunia, memberitakan pembebasan, penglihatan bagi yang buta, membebaskan yang tertindas dan memberi rahmat.

     Yang unik, dalam pelayanan-Nya, Yesus tidak tinggal di comfort zone. Dalam ayat 42-44 diceritakan bahwa orang banyak senang dengan pelayanan Yesus dan menahan-Nya di Kapernaum supaya Ia tidak meninggalkan mereka. Yesus diterima dan sangat dipuja di Kapernaum, Ia menjelma sebagai sosok penuh kuasa yang berkharisma dengan mengajar di sinagoga, menyembuhkan pria yang kemasukan roh jahat, dan menyembuhkan ibu mertua Simon (Luk. 4: 31-41). Tetapi alih-alih menikmati popularitas-Nya, Yesus justru bertekad pergi karena Ia harus memberitakan kabar baik juga pada kota-kota lain. Lalu Ia pun pergi memberitakan injil ke rumah-rumah ibadat di Yudea.

     Dalam tugas pelayanan kita di dunia, baiklah kita belajar dari Yesus yang konsisten melayani bagi semua bangsa. Ia yang tidak tinggal dalam zona aman dan nyaman agar semua orang bisa terlayani dengan baik. Terkait hal ini, kita juga bisa belajar dari kisah bangsa Israel dalam pembuangan di Babel. Dalam situasi tak nyaman di pembuangan, melalui nabi Yeremia bangsa Israel justru diteguhkan : “7. Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yer .29: 7).

     Dalam keprihatinan bangsa ini, kita bisa memandang posisi kita dalam dua hal: obyek penderita atau subyek peraih cita-cita. Orang yang memandang diri sebagai obyek penderita, maka ia akan memandang segala sesuatu secara pasif-negatif. Bahwa ia hidup naas tinggal di negara yang memprihatinkan, berdiam dalam kekecewaan akan segala hal di sekelilingnya. Tetapi orang yang memandang diri sebagai subyek peraih cita-cita, maka ia memandang segala sesuatu secara aktif- positif. Bahwa ia akan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi demi kebaikan diri dan bangsanya. Seperti yang dikatakan oleh John F. Kenedy : “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!”

Pdt. Guratan Pamentasing Pragolaesa



 

Majalah ARCUS edisi 22



SIARAN RADIO GPIB

     GPIB melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62) 8151800444.


Tema Alkitabiah 2018-2019
"Membangun Spritualistas Damai yang Menciptakan Pendamai" (Yakobus 3 : 13-18)





Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Wilujeng Milangkala Bogor Ka 535
Buang Sampah Pada Tempatnya
Pilahlah Sampah
Gotong Royong

| | | | |

| | | | |

© 2015- gpibpetrabogor.com | Hak damel ditangtayungan ulem-ulem | Versi: 3r3

 

Prakiraan cuaca Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor:


Flag Counter